Fungsi Dan Peran Sekretaris Di Era Revolusi Industri 4.0

Mungkin gambar satu orang atau lebih, pakaian luar dan teks yang menyatakan 'CKANAKA SCKANAKA SCKANAKA Q Cara Efektif Dalam Mengelola Pimpinan DEKANAKA DEKANAKA Sekretaris Wajib Tahu! Ketahui dan analisa karakter pimpinan. 1 Cari tahulah motivasi pimpinan, jangan biarkan berdampak pada pekerjaan. 2 Selalu siap selangkah lebih awal dari pimpinan. ANAKA Gunakan pendekatan yang baik, seperti rekan kerja sedang bertukar pikiran. Menjalin sinergi dengan pimpinan. 5 ANAKA DEKANAKA DEKANAKA @kanakatraining fb.com/kanakatraining (0274)5016111 Jatimulyo 153A Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta'

Fungsi Dan Peran Sekretaris Di Era Revolusi Industri 4.0

 

Fungsi Dan Peran Sekretaris Di Era Revolusi Industri 4.0, Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomasi hampir di semua bidang. Revolusi industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi yang mengubah cara beraktivitas, kompleksitas dan transformasi kehidupan manusia. Setiap profesi harus merespon perubahan tersebut secara komprehensif, sehingga tantangan industri 4.0 dapat dikelola menjadi sebuah peluang, begitu pun juga dengan profesi sekretaris. Menghadapi hal tersebut, mau tidak mau sekretaris saat ini harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki kemauan untuk belajar terus menerus. Ketidak mampuan untuk beradaptasi dapat menyebabkan profesi ini dapat tergerus dan tersingkir. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan penguasaan bahasa asing lain di luar bahasa Inggris yang sudah menjadi keharusan, dan seorang sekretaris juga dituntut untuk memahami terkait alur bisnis perusahaan di tempat ia bekerja. Karena seorang sekretaris akan dituntut untuk menyelesaikan beragam tugas yang berkaitan dengan administrasi perusahaan serta membantu kelancaran divisi atau perusahaan tempatnya bekerja, termasuk mengatur alur kegiatan dan pergerakan tim secara keseluruhan. Sekretaris seringkali menjadi pusat informasi dari sebuah divisi atau perusahaan.

Jika pada era modern, perkembangan teknologi yang semakin maju membuat kebutuhan masyarakat modern akan teknologi terbaru semakin tinggi, terlebih dengan banyaknya produk komputer dan gadget yang semakin beragam untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan secara tidak langsung kita dituntut untuk bisa mengoperasikannya. Dalam suatu perusahaan terdapat profesi-profesi yang menunjang ataupun membantu para pimpinan dalam mencapai apa yang menjadi visi dan misi dari perusahaan, salah satu profesi yang langsung berhubungan dengan peran pimpinan adalah profesi sekretaris. Sebelumnya, profesi sekretaris dikenal hanya melaksanakan tugas-tugas administratif terbatas seperti mengetik, menata arsip dan resepsionis. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, disaat tugas pimpinan semakin kompleks, sedikit demi sedikit meningkat pula tuntutan kemampuan kerja bagi seorang sekretaris. Sekretaris yang kini sudah diakui sebagai profesi, diharapkan mampu sebagai asisten administratif manajer atau pimpinannya.
Keberadaan seorang sekretaris tidak terbatas menangani kesekretariatan saja, melainkan memungkinkan berperan sebagai pemimpin dalam kelompoknya, bahkan memimpin unit kerja sekretariat. Dengan adanya teknologi informasi, sekretaris tidak hanya dituntut untuk “melek teknologi” namun juga menjadi terampil dalam mengoperasikan, merawat dan mengeksplorasi potensi teknologi tersebut, khususnya pada komputer, jaringan, peralatan seluler dan internet. Dengan adanya teknologi informasi yang berandil besar dalam menciptakan perubahan dalam perusahaan, maka sekretaris yang dapat menguasai teknologi informasi lebih cepat maka dialah yang akan lebih memiliki kesempatan menjadi unggul. Tantangan seorang sekretaris saat ini tidak hanya sampai disitu saja, tetapi juga kepada perkembangan sekretaris di tempatnya bekerja yang dituntut untuk selalu update mengenai kecanggihan teknologi dan paham mengenai perkembangan digitalisasi. Dalam perkembangan dunia industri khususnya era revolusi industri 4.0, di mana kedepan fungsi sekretaris tidak hanya duduk mengerjakan tugas administrasi perusahaan tetapi juga harus cakap dan mampu menciptakan ekosistem yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan di era digitalisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *