Ingin Memotivasi Karyawan Pahami Dahulu Konsep Dasar Motivasi

Ingin Memotivasi Karyawan Pahami Dahulu Konsep Dasar Motivasi

 

Ingin Memotivasi Karyawan Pahami Dahulu Konsep Dasar Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan teori Y Douglas McGregor, maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah ‘alasan’ yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang sering kali disamakan dengan ‘semangat’, seperti contoh dalam percakapan “saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi”. Pernyataan ini bisa diartikan, orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.

Menurut Hasibuan (2003:103) teori motivasi secara umum dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :

1.  Teori Kepuasan (Content Theory)

Teori ini mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkan bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan materiil maupun non materiil yang diperoleh dari hasil pekerjaannya. Menurut Hasibuan, teori kepuasan yang dikenal antara lain :

a. Teori motivasi klasik oleh F.W Taylor

Menurut teori ini motivasi para pekerja hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologisnya saja yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang.

b. Maslow’s Needs Hierarchy Theory oleh A.H Maslow

Menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasan seseorang itu jamak yaitu kebutuhan biologis dan psikologis berupa material dan in material.

c. Herzberg’s Two Faktors Motivation Theory oleh Frederick Herzberg

Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk mengembangkan kemampuan.

d. Clland’s Achievement Motivication Theory oleh Dapid Mc Clellend

Teori ini berpendapat bahwa karyawan mempunyai cadangan energi potensial, yang bisa dilepaskan dan digunakan tergantung kekuatan dorongan motivasi seseorang dan situasi serta peluang yang tersedia.

e. Alderfer’s Existence, Relatedness and growt (ERG) Theory oleh Clayton Alderfer

Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Maslow. Teori ini mengemukakan bahwa ada tiga kelompok kebutuhan (eksistensi, keterkaitan, dan pertumbuhan)

2.  Teori proses (Process Theory)

Teori ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana menguatkan mengarahkan memelihara dan menghentikan perilaku seorang individu agar setiap individu dapat bekerja giat sesuai dengan keinginan pimpinan. Menurut Hasibuan (2003:116) teori proses yang dikenal antara lain.

a. Teori harapan (Expectancy Theory) oleh Victor H. Vroom

Kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang ia harapkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu.

b. Teori keadilan (Equity Theory)

Ego manusia selalu mendambakan keadilan dalam pemberian hadiah maupun hukuman terhadap setiap perilaku yang relatif sama. Bagaimana perilaku bawahan di nilai oleh atasan akan mempengaruhi semangat kerja mereka. Karena keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja.

c. Teori pengukuhan (Reinforcement Theory)

Teori ini mendasarkan atas hubungan sebab akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi.

Memotivasi ialah mengajak karyawan atau orang lain agar mengikuti arah kemauan pimpinan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan tersebut. Amstrong mendefinisikan motivasi sebagai perilaku yang berorientasi tujuan. Karyawan merasa termotivasi, apabila merasa tindakannya mengarah pada suatu pencapaian tujuan dan imbalan berharga yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan mereka. Karyawan yang termotivasi adalah mereka yang sangat mengerti tujuan tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut. Karyawan akan termotivasi dengan sendirinya sepanjang mereka menuju ke tujuan yang ingin mereka capai. Inilah bentuk motivasi yang paling baik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *