Ketahuilah Ciri Khas Servant Leadership

Ketahuilah Ciri Khas Servant Leadership

 

Sebagai seorang pemimpin, tentu sudah mengetahui jika gaya kepemimpinan yang dilakukan nantinya akan sangat mempengaruhi bagaimana perilaku karyawan tersebut bekerja sampai mencapai tujuan-tujuan yang sudah dibuat oleh perusahaan. Selain mempengaruhi bagaimana perilaku karyawan tersebut, pimpinan sudah harus menguasai hal-hal seperti manajemen. Dalam kepemimpinan dikenal dengan gaya kepemimpinan servant leadership. Servant leadership atau kepemimpinan yang merupakan filosofi dan serangkaian praktik yang memperkaya kehidupan individu, membangun organisasi atau perusahaan yang lebih baik dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih adil dan peduli.

Menurut Spears (2002: 27-29) ada beberapa ciri khas servant leadership, yaitu sebagai berikut :

1.  Mendengarkan (Listening)

Servant leader mendengarkan dengan penuh perhatian kepada orang lain, mengidentifikasi dan membantu memperjelas keinginan kelompok, juga mendengarkan suara hati dirinya sendiri. Ini merupakan sarana komunikasi yang kritis, yang diperlukan agar komunikasi bisa berjalan secara akurat dan secara aktif menunjukkan rasa menghargai orang lain.

2.  Empati (Empathy)

Pemimpin yang melayani adalah mereka yang berusaha memahami rekan kerja dan mampu berempati dengan orang lain. 

3.  Penyembuhan (Healing)

Seorang pemimpin mengenali harapan orang lain untuk menemukan keseluruhan dari dirinya sendiri dan memberikan dukungan kepada orang lain. Servant leader mampu menciptakan penyembuhan emosional dan hubungan dirinya atau hubungan dengan orang lain, karena hubungan yang baik merupakan kekuatan untuk transformasi dan integrasi.

4.   Kesadaran (Awareness)

Kesadaran untuk memahami isu-isu yang melibatkan etika, kekuasaan, dan nilai-nilai. Melihat situasi dari posisi yang seimbang yang lebih terintegrasi. Tanpa adanya awareness ini, maka seorang pemimpin akan kehilangan peluang kepemimpinannya.

5.   Persuasi (Persuasion)

Pemimpin yang melayani (servant leader) berusaha meyakinkan orang lain daripada memaksa kepatuhan. Seorang servant leader akan menggunakan kekuatan pribadinya dan bukan kekuatan kekuasaannya untuk mempengaruhi kelompok dan memperoleh tujuan organisasi atau  perusahaan. Ini merupakan satu hal yang paling membedakan antara model otoriter tradisional dengan servant leadership

6.  Konseptualisasi (Conceptualization)

Kemampuan melihat masalah dari perspektif konseptualisasi berarti berfikir secara jangka panjang atau visioner dalam basis yang lebih luas.

7.  Kejelian (Foresight)

Ini menunjukkan bahwa pemimpin memiliki pengetahuan dan cara pandang ke depan yang lebih baik mengenai apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Jeli atau teliti dalam memahami pelajaran dari masa lalu, realitas saat ini, dan kemungkinan konsekuensi dari keputusan untuk masa depan. 

8.  Keterbukaan (Stewardship)

Menekankan keterbukaan dan persuasi untuk membangun kepercayaan dari orang lain. Menunjukkan kemampuan pemimpin dalam melakukan tata laksana perusahaan. Ini memiliki makna jika pemimpin tidak hanya mewakili bawahan secara personal, tetapi juga mewakili perusahaan secara keseluruhan dan dampaknya terhadap hubungan perusahaan dengan masyarakat.

9.  Komitmen untuk Pertumbuhan (Commitment to the Growth of People)

Tanggung jawab untuk melakukan usaha dalam meningkatkan pertumbuhan profesional karyawan dan perusahaan. Ini menunjukkan kemampuan pemimpin dalam memegang komitmen untuk pertumbuhan orang-orang yang dilakukan seorang pemimpin melalui pemberian apresiasi dan pemberian semangat kepada orang lain.

10.  Membangun Komunitas (Building Community)

Mengidentifikasi cara untuk membangun komunitas dan menunjukkan jalan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *