Membangun dan Menerapkan Budaya Perusahaan

Membangun dan Menerapkan Budaya Perusahaan

 

Kemampuan merubah budaya perusahan (corporate culture) merupakan kunci keberhasilan menyusun dan melaksanakan strategi perusahaan untuk masa depan. Biasanya budaya sebuah perusahaan atau organisasi sudah terbentuk sejak lama, sudah terbiasa, sudah mendarah daging, jadi kadang-kadang sulit untuk dirubah. Apa yang sulit berubah? Inilah yang dikatakan budaya, yang sulit dikatakan, tapi dapat dirasakan dan dilihat, yaitu semacam cerita, kepercayaan, keyakinan, pengalaman, norma, yang merupakan ciri khas sebuah perusahaan. Misalnya jika kita memasuki sebuah area perusahaan maka akan terasa dan terlihat bagaimana suasana, bagaimana cara karyawan, atau lingkungan perusahaan menyambut tamu, cara mereka berpakaian, cara memberi salam, cara bicara, cara kerja yang sibuk, santai dan masih banyak hal lainnya. Dalam hal ini, contoh dari seorang pimpinan akan ditiru langsung oleh karyawannya. Jadi faktor pemimpin sangat berpengaruh terhadap pembentukan budaya perusahaan.

Budaya perusahaan yang terbentuk dalam sebuah perusahaan sangat tergantung pada visi dan misi perusahaan dan ini melekat pada pimpinan perusahaan itu sendiri. Budaya ini akan membentuk perilaku atau kebiasaan keseluruhan anggota dalam suatu perusahaan, yang dapat memperkuat nilai-nilai atau memperlemah nilai-nilai dalam bekerja. Nilai-nilai ini akan digunakan sebagai pedoman dalam perusahaan yang kelak dapat membuat sebuah perusahaan tersebut tampil beda dengan perusahaan lainnya. Budaya perusahaan (corporate culture) dapat membuat karyawan bergairah, disiplin, suka, memiliki moral tinggi atau sebaliknya, tidak bergairah, tidak disiplin, santai, atau malas, selalu mengharap imbalan dan lain sebagainya. Perbedaan latar belakang budaya dari setiap orang akan membuat perbedaan pula dalam cara mereka berperilaku. Adakalanya budaya perusahaan merupakan sesuatu kekuatan yang tidak tampak, tapi sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan, dan tindakan seseorang dalam bekerja. Tidak mudah memang membangun dan menerapkan budaya perusahaan yang baik dan efektif secara konsisten.

Untuk membantu Anda, berikut ini ada 6 (enam) cara untuk membangun dan menerapkan budaya perusahaan.

1.    Buat Visi dan Misi Perusahaan

Pondasi utama bagi kesuksesan perusahaan adalah visi dan misi perusahaan karena merupakan nilai yang dipercaya serta merupakan tujuan yang ingin dicapai. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait ataupun orang kepercayaan, ketika membuat visi dan misi perusahaan.

2.    Sosialisasi Visi dan Misi

Saat visi dan misi sudah terbentuk, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan di perusahaan. Tujuan dari sosialisasi adalah agar seluruh karyawan mengetahui dan memahami mengenai visi dan misi perusahaan. Dalam sosialisasi ini perlu untuk dilakukan komitmen bersama, mulai dari jajaran direksi hingga level staf untuk saling menjalankan visi dan misi perusahaan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan diketahui dan dipahami oleh setiap karyawan maka akan terbentuk sebuah pola pikir bersama untuk menjalankan visi dan misi tersebut. Perlu mengatur waktu untuk sosialisasi visi dan misi agar tidak menggangu pekerjaan harian dan agar semua karyawan mendapatkan informasi tersebut.

3.    Kembangkan Standar Sikap yang Harus Dilakukan

Setelah semua orang mengetahui visi dan misi perusahaan, buat dan kembangkan standar sikap yang mendeskripsikan bagaimana cara visi dan misi tersebut diterapkan. Misalnya saja misi yang akan dilakukan adalah menjadi penyedia layanan jasa asuransi berkelas dunia, maka bagaimana caranya hal itu bisa dicapai? Apakah dengan pendekatan langsung secara tatap muka? Atau melalui telepon dan email? Mungkin Anda mengira semua karyawan yang Anda rekrut tahu bagaimana cara bersikap dan menghadapi sesuatu, namun sebenarnya tidak. Cara terbaik untuk mendapat sikap yang perusahaan inginkan secara konsisten adalah dengan membuat standar secara tertulis dan bisa diukur. Sebagai contoh, wajib menyapa klien dengan senyuman, memperlihatkan hasil final produk sebelum dibeli atau dibayar oleh klien dan melakukan follow up kepada calon klien minimal satu kali.

4.  Menghidupkan Budaya Kerja dan Adakan Pelatihan

Setiap budaya kerja yang sudah ditetapkan wajib untuk dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Fungsinya adalah agar masing-masing karyawan terlatih untuk menjalankan budaya tersebut. Jika dilaksanakan setiap hari, maka akan terbentuk kebiasan yang baik bagi setiap karyawan. Tanpa dilakukan setiap hari sulit untuk membiasakan kebiasaan baik bagi karyawan. Setelah standar sudah ditetapkan secara tertulis, langkah selanjutnya adalah adakan pelatihan bagi semua karyawan untuk mencapai ekspektasi yang diinginkan.

5.  Pemberian Reward dan Konsekuensi

Walaupun sudah memiliki standar sikap yang harus diikuti, tapi tidak menutup kemungkinan masih ada saja karyawan yang tidak menaatinya. Untuk menghindari hal ini terjadi, bisa memberikan reward bagi karyawan yang konsisten menerapkan sikap dan peraturan yang sudah ditentukan perusahaan. Di sisi lain, karyawan yang tidak bekerja dan bersikap sesuai standar akan menerima konsekuensi tertentu sesuai dengan kebijakan perusahaan.

6.  Adakan Review Performa

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam membangun budaya perusahaan yaitu memasukan elemen penilaian sikap ketika mengadakan review performa dan kinerja karyawan. Cara ini memungkinkan untuk menilai kesesuaian antara performa sekaligus sikap yang selama ini mereka tunjukkan dengan visi misi perusahaan.

Suatu perusahaan yang berhasil mencapai puncak kesuksesan pastilah dibangun dengan fondasi yang kuat. Salah satu pembentuk fondasi perusahaan yang kuat ialah budaya yang diterapkan dalam perusahaan tersebut. Budaya perusahaan tersebut haruslah bisa dijalankan dengan baik dan konsisten oleh semua bagian atau semua anggota dari perusahaan. Oleh karena itu, sebagai karyawan dari suatu perusahaan pun harus turut menciptakan budaya perusahaan menuju kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *