Mengelola Prioritas Dalam Hidup

Mengelola Prioritas Dalam Hidup

 

Di tengah dunia dengan kecanggihan teknologi, informasi dalam kecepatan gigabyte, persaingan bisnis semakin competitive, dan tenaga kerja asing yang menyerbu masuk, menyadarkan kita untuk tidak boleh pulas lagi. Dunia di mana kita hidup saat ini tidak akan mungkin akan berubah menjadi lebih mudah dan lelet. Kita mungkin merasa frustasi dan stres jika semua harus dipenuhi. Sudah baik jika kita sudah menyusun agenda aktivitas harian kita. Tentu saja, lebih baik lagi jika kita sudah mulai menyusun rencana untuk aktivitas yang akan kita lakukan dalam seminggu ke depan. Ternyata dalam situasi sekarang, cara seperti itu tidak cukup, bahkan tidak relevan. Menyusun agenda tidak lagi akan efektif. Akan terjadi banyak kondisi di mana kita tidak mengerjakan hal yang harus kita kerjakan dan sibuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kita kerjakan.

Kemampuan untuk menentukan pilihan-pilihan itu tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi oleh proses dan kondisi-kondisi yang mengasah kita. Saat ini bukan sekedar kita melatih diri untuk mengelola waktu yang tersedia, namun mengelola prioritas dan mengembangkan nilai-nilai yang bermakna dalam hidup. Karena bukan apa yang kita capai, tetapi apa yang kita wariskan, itu yang lebih penting. Ini semua bukan soal pengelolaan waktu, tetapi pengelolaan prioritas. Prinsip dari kuadran prioritas ini adalah mengatur waktu dan prioritas, prinsip waktu dibagi menjadi mendesak atau tidaknya sesuatu hal tersebut, kemudian prioritas dibagi menjadi seberapa penting atau tidaknya suatu hal tersebut.

Pembagian 4 (empat) kategori kuadran prioritas menurut Stephen Covey.

1.  Kuadran 1 – Mendesak dan Penting

Kuadran 1 berisi hal-hal yang mendesak, segala hal terkait deadline yang mepet dan harus segera diselesaikan, masukkanlah di kuadran ini. Kuadran ini adalah wadah untuk segala tugas dan tanggung jawab yang perlu segera diberi perhatian dan selesaikan. Tentunya tugas dan tanggung jawab ini harus benar-benar penting, penting tidaknya tugas sangat tergantung pada seberapa banyak hal itu berkontribusi pada hidup. Dengan menaruhnya di kuadran 1 ini, seseorang bisa tau hal apa saja yang perlu segera dia selesaikan tanpa harus menunda-nunda lagi atau prokrastinasi. Contoh hal-hal yang bisa dimasukkan dalam kuadran 1 ini seperti deadline tugas, tugas dari tempat kerja, survey tempat, dan lain sebagainya.

2.  Kuadran 2 – Tidak Mendesak Tetapi Penting

Kuadran 2 ini berisi hal-hal yang penting, namun tidak perlu segera diselesaikan atau dilakukan, dengan kata lain tugas yang masuk di kuadran 2 ini sifatnya berjangka panjang dan kadang juga tidak ada deadline yang pasti. Hal-hal yang berada di kuadran 2 ini salah satu yang penting untuk diperhatikan, sedikit berbeda dengan kuadran 1 yang sangat menekan dan membutuhkan penyelesaian segera, kuadran 2 ini justru sangat membantu kita untuk merencanakan tujuan jangka panjang kita. Contoh hal-hal yang bisa dimasukkan dalam kuadran 2 ini seperti meningkatkan kemampuan tertentu (skill), mencapai prestasi tertentu hingga membentuk kebiasaan baik.

3.  Kuadran 3 – Mendesak Tapi Tidak Penting

Kuadran 3 ini berisi hal-hal yang mendistraksi perhatian kita namun hal-hal ini sebenarnya tidak penting meskipun perlu segera diselesaikan. Hal-hal yang ada di kuadran ini, perlu sekali untuk diminimalisir jumlahnya, dikurangi atau dieleminasi hal-hal dalam kuadran ini adalah salah satu caranya selain itu bisa juga coba untuk mendelegasikan hal tersebut dengan orang lain (maksudnya membagi sebuah tugas dengan orang lain jika memang bisa dibagi). Contoh hal-hal yang bisa dimasukkan dalam kuadran 3 ini seperti pembicaraan ringan dengan teman (yang tidak berkepentingan), pertemuan yang sebenarnya tidak terlalu penting, mengerjakan tugas yang bukan bagian dari tugas seseorang, dan lain sebagainya.

4.  Kuadran 4 – Tidak Mendesak dan Tidak Penting

Kuadran 4 ini berisi hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Sifat dari kuadran 4 ini memang cenderung membawa kebahagiaan sesaat, meskipun lebih bijak dilakukan di saat seseorang benar-benar luang. Hal-hal yang termasuk dalam kuadran ini benar benar perlu dikurangi dan diminimalisir sebanyak mungkin karena memang cenderung membuat kita membuang-buang waktu yang berharga (utamanya) ketika kita sedang diburu banyak hal penting lain. Contoh hal-hal yang bisa dimasukkan dalam kuadran 4 ini seperti scrolling media sosial seharian, browsing hal-hal yang tidak relevan dalam waktu yang lama, menonton televisi, film dan drama terlalu lama.

Kebutuhan manusia tidak terbatas, yang terbatas hanyalah alat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Maka dari itu, bersikaplah rasional ketika akan memenuhi kebutuhan harian. Sesuaikan dengan kondisi atau kemampuan individu. Buatlah prioritas sebelum membelanjakan uang. Arti “rasional” di sini bermakna memenuhi kebutuhan sebatas yang dibutuhkan saja. Kedua, membeli produk kebutuhan sesuai dengan situasi budget yang ada. Dari narasi inilah muncul istilah skala prioritas. Sebuah istilah yang mencegah masyarakat memiliki budaya konsumtif cukup besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *