Mengenal Hambatan Dalam Proses Delegasi

Mengenal Hambatan Dalam Proses Delegasi

 

Mengenal Hambatan Dalam Proses Delegasi, Delegasi (delegation) adalah suatu tindakan melimpahkan sebagian wewenang dan tanggung jawab kepada pihak lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu dimana pihak penerima wewenang harus mempertanggungjawabkan hal tersebut kepada yang melimpahkan wewenang. Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada pihak lain merupakan proses yang mendasar di dalam setiap organisasi atau perusahaan. Memberikan atau melimpahkan wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain bertujuan agar proses pengambilan keputusan dan menjalankan beberapa fungsi di dalam organisasi atau perusahaan dapat berjalan dengan lebih baik. Delegasi merupakan faktor yang kritis bagi manajemen yang efektif, namun masih banyak pimpinan yang mendelegasikan tugas dan tanggung jawabnya dengan lemah.

Penyebab dari terhambatnya manajer dalam melakukan pendelegasian antara lain yaitu :

1. Manajer merasa memiliki nilai lebih bila mereka tetap dapat mempertahankan hak pembuatan keputusan.

2. Manajer tidak bersedia menghadapi risiko bahwa bawahan akan salah atau gagal dalam melaksanakan wewenang atau tanggung jawabnya.

3. Manajer tidak atau kurang mempunyai kepercayaan akan kemampuan bawahannya.

4. Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang luas.

5. Manajer takut jika bawahan akan melaksanakan tugasnya secara efektif sehingga posisinya sendiri akan dapat terancam oleh bawahannya tersebut.

6. Manajer tidak mempunyai kemampuan manajerial untuk mendelegasikan tugasnya.

Hambatan-hambatan dalam proses pendelegasian wewenang tidak semuanya berasal dari seorang manajer. Para bawahan mungkin juga akan menolak adanya pendelegasian wewenang.

Hal ini dapat disebabkan karena :

1. Delegasi dapat diartikan bahwa bawahan mendapatkan suplemen tanggung jawab dan tugas. Terkadang bawahan lebih memilih menemui manajer untuk memecahkan suatu permasalahan atau dilema daripada membuat keputusan sendiri.

2. Akan selalu ada perasaan bahwa bawahan akan melaksanakan wewenang barunya dengan salah dan mendapatkan kritik.

3. Tak sedikit bawahan yang kurang memiliki kepercayaan diri dan merasa tertekan jika dirinya dilimpahai wewenang pembuatan keputusan yang lebih besar.

Agar dalam proses pendelegasian wewenang dapat berjalan dengan efektif diperlukan berbagai cara untuk mengatasi atau menanggulangi hambatan-hambatan yang telah dijelaskan sebelumnya. Manajer yang mengetahui kemampuan bawahannya akan dapat lebih realistis menentukan tugas-tugas mana yang dapat didelegasikan kepada bawahan tertentu (yang telah dipilih oleh manajer). Dengan begitu, bawahan akan merasa diberi motivasi untuk menggunakan kemampuannya dan merasa bahwa manajer mereka memberikan dukungan sehingga akan lebih meningkatan semangat bawahan dalam menerima tugas dan tanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *