Mengenali Model-Model Perilaku Konsumen

Mungkin gambar teks yang menyatakan 'BRANDING Apa fungsinya Sebagai Pembeda Produ yang sudah memiliki brand kuat akan mudah dibedakan dengan yang Promosi dan Darya Tarik Produkyan memiliki branding kuat menjadi tarik konsumen mudah dipr romoskan kepada luas Membangun citra, Faminan Kualitas, dan Prestise Untuk sebuah membuat 3 produk diingat oleh orang lain. Pengendali Pasar kuat karena mengingat mudah mer mengenal, percaya, dan tersebut Sumber https://intermezzo www.pelatihan-sdm.net @kanakatraining ffb.com/kanakatraining (0274)5016111 atimulyo Tegalrejo, Yogyakarta'

Mengenali Model-Model Perilaku Konsumen

 

Mengenali Model-Model Perilaku Konsumen, Perilaku konsumen (consumer behavior) merupakan proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Consumer behavior ialah hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharaga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat dan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang. Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Model merupakan penyederhanaan dari suatu kenyataan. Variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen (consumer behavior) yang sangat kompleks, untuk itu dibutuhkan penyederhanaan.

Penyederhanaan dilakukan dengan hanya memasukkan variabel-variabel dalam kenyataan yang menarik atau dapat ditangkap oleh pembuat model.

• Model Henry Assael

Model yang memfokuskan pada perilaku pembuatan keputusan pembelian konsumen berdasarkan pengaruh-pengaruh individu, lingkungan dan stimulus pemasaran. Dalam penelitian ini, akan digali tentang model perilaku konsumen Henry Assael, yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang didasarkan pada aspek-aspek individu konsumen, aspek lingkungan dan stimulus pemasaran, terhadap laptop yang dibeli oleh konsumen.

• Model Kotler

Model ini merupakan consumer buying behaviour yang merujuk pada perilaku membeli yang dilakukan oleh konsumen akhir atau individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi secara pribadi. Kotler menyatakan bahwa terdapat beberapa tipe perilaku membeli berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek, yaitu :

1. Perilaku membeli yang kompleks.
2. Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan.
3. Perilaku membeli karena kebiasaan.
4. Perilaku membeli yang mencari variasi.

• Model Howard-Sheth

Model ini berisi empat elemen pokok, yaitu :

1. Input (Stimulus)

Merupakan dorongan dalam lingkungan konsumen yang terdiri dari dorongan komersial dari pemasar dan dorongan sosial. Dorongan komersial adalah dorongan signifikan yang berupa merek dan stimulus simbolik yang berhubungan dengan kegiatan periklanan perusahaan. Dorongan sosial adalah komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam keluarga, kelas sosial, dan kelompok referensi, yang merupakan input yang sangat efektif untuk sebuah keputusan pembelian.

2. Susunan hipotesis

Susunan hipotesis adalah proses intern konsumen yang menggambarkan proses hubungan antara input dan output pembelian. Susunan hipotesis ini berdasarkan sejumlah teori belajar dan teori kesadaran. Susunan hipotesis terdiri dari dua bagian yaitu susunan pengamatan dan susunan belajar.

3. Output (Respon Variables)

Model Howard-Sheth menghasilkan output yang berupa keputusan untuk membeli. Tujuannya adalah kecenderungan konsumen untuk membeli merek yang paling disukai. Sikap merupakan penilai konsumen tentang kemampuan merek memuaskan kebutuhan. Pemahaman merek adalah sejumlah informasi yang dimiliki konsumen tertentu suatu produk tertentu. Perhatian adalah tanggapan terhadap informasi yang masuk. Apa yang dikemukanakan oleh Howard-Sheth hampir serupa dengan model AIDA (attention, interest, desire, dan action) dalam layanan.

4. Variable-Variabel Eksogen (Exogenous Variables)

Variabel-variabel eksogen turut mempengaruhi perilaku konsumen meskipun pengaruhnya tidak begitu besar. Variabel-variabel eksogen dalam model ini adalah pentingnya pembelian, sifat kepribadian status keuangan batas waktu (mendesak atau tidaknya), faktor sosial dan organisasi, dan kelas sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *