Mengulik Berbagai Macam Competency Mapping Model

Mengulik Berbagai Macam Competency Mapping Model

 

Mengulik Berbagai Macam Competency Mapping Model, Agar kompetensi dapat berkembang dengan baik, perusahaan dapat melakukan pemetaan kompetensi dengan cara membuat peta kompetensi karyawan. Kompetensi karyawan perlu dikelola dengan baik mungkin. Oleh sebab itu, kompetensi yang baik akan mempengaruhi performa karyawan dan pastinya akan meningkatkan produktivitas bisnis perusahaan. Memetakan kompetensi dapat membantu HRD untuk merancang strategi pengembangan karyawan. Dalam memetakan kompetensi karyawan dibutuhkan suatu model yang terstandar dengan baik,

Berikut beberapa model dari suatu Competency Mapping :

1. Team Approach Model

Salah satu model yang paling populer dalam memetakan suatu pengetahuan, Team Approach Model adalah teknik untuk menentukan tingkah laku, pengetahuan dan motivasi yang sangat penting dalam menghasilkan suatu tim yang saling melengkapi dalam bidang dan kemampuan masing-masing.

a. Analisa kegiatan dan tugas

Daftar semua kegiatan dan tugas. Kelompokkan kegiatan dibawah fungsi utama.

b. Deskripsi pekerjaan sesuai dengan bidang kompetensi

Dalam wawancara mendalam dilakukan untuk kompetensi diidentifikasi diperlukan untuk melakukan pekerjaan di departemen rekonsiliasi. Wawancara pelanggan internal atau eksternal dan daftar.

c. Mengidentifikasi tingkat kemampuan terendah yang dapat diterima

d. Mengestimasi, mentaksir dan menguku

e. Perencanaan pengembangan

2. Organizational Approach Model

Model ini memberikan bentuk normatif dari hirarki organisasi yang efektif dengan penekanan pada kompetensi. Elemen-elemen ini termasuk kemampuan sekarang dan potensial dari setiap individu sepanjang dimensi kemampuan kongnitif, memberikan nilai dan tidak menggangu personalitas seseorang.

3. Human Resource System Approach Model

Model yang berfokus pada sistem sumber daya manusia, menekankan pada perbaikan kemampuan melalui pelatihan atau pengembangan strategi dan program, yang masing-masing kontingen didorong oleh strategi perusahaan dan hasilnya difokuskan pada kompetensi setiap individu.

4. Individualistic Approach Model

a. Traditional Person-Job Match Model

Model ini mengasumsikan bahhwa setiap pekerja memiliki tugas yang khusus dan teridentifikasi. Model ini sangat baik diterapkan dalam perusahaan yang stabil.

b. Strategy Based Model

Model ini mengasumsikan bahwa pekerja memiliki peran yang ditentukan oleh tujuan strategis suatu perusahaan. Fleksibilitas bekerja telah ditentukan dan merata, tidak terpusat. Model ini sangat efektif di dalam perusahaan yang kompetitif, rumit dan lingkungan yang memiliki tekanan yang tinggi.

c. The Strategy Development Model

Model ini mengasumsikan bahwa karyawan dengan luas, strategis “Atribut” akan membuat peran mereka sendiri yang berinteraksi untuk menghasilkan strategi perusahaan. Pekerjaan terus berkembang dalam jaringan hubungan perusahaan. Model ini digambarkan dalam hal perusahaan kacau, tak terduga, atau sangat cepat perubahan lingkungan.

d. Intellectual Capital Model

Model ini menekankan keterkaitan dan dinamis interaksi di antara modal manusia, modal struktural, dan pelanggan (client) modal. Model ini menekankan pengetahuan yang berada di karyawan dan strategi untuk menggunakannya dan menghargainya berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *