Pentingnya Mengontrol Cash Flow Perusahaan

Pentingnya Mengontrol Cash Flow Perusahaan

 

Pentingnya mengontrol Cash Flow perusahaan, laporan keuangan termasuk di dalamnya arus kas (cash flow) perusahaan harus sistematis, efektif, mudah dikerjakan serta menyajikan kinerja keuangan perusahaan secara detail serta akurat. Oleh sebab itu, kontrol arus kas harus dilakukan dengan baik bahkan setiap hari. Jika tidak, maka pengelolaan keuangan perusahaan bisa tidak stabil karena laporan yang tidak sehat. Ada banyak tujuan kenapa arus kas harus terkontrol dengan baik. Salah satunya adalah menghindari hal yang tidak diinginkan. Untuk bisa mengontrol arus kas secara efektif, sistem standar prosedur (SOP) keuangan yang efektif dan efisien juga harus diberlakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol arus kas perusahaan. Cash flow adalah arus atau pergerakan uang masuk dan keluar dalam sebuah perusahaan setiap bulannya. Walaupun sepertinya pergerakan ini terjadi hanya satu arah, namun sebenarnya cash flow terjadi dua arah, yakni :

  1. Uang masuk dari pelanggan atau klien yang membeli produk ataupun menggunakan jasa. Jika pelanggan tidak membayar pada saat pembelian, sebagian cash flow dapat berasal dari simpanan piutang usaha.
  2. Uang keluar dari perusahaan dalam bentuk pembayaran seperti uang sewa atau hipotek, pembayaran pinjaman bulanan, pembayaran pajak atau hutang dan lainnya.

Ketrampilan dalam mengatur keuangan terutama yang berkaitan dengan manajemen keuangan sebuah bisnis mutlak diperlukan. Menghasilkan penjualan tinggi merupakan satu pencapaian penting, namun jika arus kas (cash flow) dalam bisnis tidak diatur dengan baik maka bisnis akan berujung pada kebangkrutan. Hal utama yang perlu selalu diperhatikan dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana atau uang yang dimiliki. Uang tersebut hendak disimpan atau sebagai investasi.

Secara sederhana fungsi cash flow terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu :

  1. Fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dialirkan dalam waktu singkat tanpa ada pengurangan investasi awal.
  2. Fungsi anti inflasi, yaitu dana yang disimpan guna menghindari risiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dialirkan dengan cepat.
  3. Fungsi capital growth, yaitu dana yang diperuntukkan untuk penambahan atau perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

Dalam menjalankan bisnis, tentu dituntut untuk selalu memiliki manajemen yang mumpuni dan bisa berjalan dengan efektif. Hal ini akan sangat berpengaruh pada perjalanan dan kesuksesan bisnis tersebut. Bisnis yang sukses tentu harus selalu didukung manajemen yang tepat dan efisien. Berbagai aspek harus dicermati di dalam manajemen yang dijalankan, termasuk manajemen cash flow yang akan begitu mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Jika perusahaan memiliki masalah terkait dengan manajemen cash flow yang dijalankan, berbagai masalah terkait dengan keuangan dan pengelolaan lainnya sangat mungkin terjadi. Manajemen cash flow yang buruk akan selalu memunculkan berbagai kendala di dalam perusahaan, bahkan untuk beberapa urusan kecil di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *