Strategi Menyusun Tahapan Dalam Mencapai Target Perusahaan

Photo by Kanaka Training & Consulting in Yogyakarta. May be an image of text that says 'DEKANAKA KERJA TIM DEKANAKA (teamwork) DEKANAKA Sumber https://en. Upaya kolaborasi suatu kelompok untuk mencapai tujuan bersama atau menyelesaikan tugas dengan cara yang paling efektif dan efisien. www.pelatihan-sdm.net @kanakatrainin ffb.com/kanakatraining (0274)501611 Jatimulyo 153A Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta'.

Strategi Menyusun Tahapan Dalam Mencapai Target Perusahaan

 

Strategi Menyusun Tahapan Dalam Mencapai Target Perusahaan, Target selalu dibutuhkan dalam dunia kerja, tanpa adanya target maka arah dan tujuan perusahaan menjadi tidak jelas. Target yang diberikan pada karyawan faktanya justru memberi banyak manfaat. Di antaranya membuat kerja karyawan lebih cepat, ritme kerja lebih teratur, belajar lebih bertanggung jawab, dan membuat sebuah tim menjadi lebih efektif dalam bekerja. Bayangkan saja jika menjalankan perusahaan tanpa memiliki target, maka semua pekerjaan akan dilakukan dengan asal-asalan dan tidak memberikan efek positif pada karyawan. Target juga dibuat bukan hanya untuk penyemangat kerja, namun juga sebagai tujuan yang harus dicapai apapun caranya. Setiap perusahaan pasti memiliki rencana atau target yang ingin dicapai baik setiap tahun atau bahkan setiap harinya.

Agar target yang ingin diraih tercapai lebih maksimal, kekompakan tim dan kualitas individu jelas dibutuhkan.

1. Cara Menentukan Target

Untuk menentukan target harus mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan terbesar perusahaan. Memikirkan apa yang akan dipilih, diraih dan dihasilkan, baik secara individu, kelompok atau secara organisasi. Target haruslah merupakan hal besar yang apabila dapat diraih akan mengangkat nama atau menjadi kemenangan individu dan kelompok, menjadi solusi atas kebutuhan paling mendesak yang tengah melanda zamannya. Membalikkan keadaan yang mandek menjadi bergairah, bangkit dari keterpurukan atau kondisi stagnan menjadi dinamis dan penuh capaian prestasi yang membanggakan.

2. Merumuskan Strategi Pencapaian

Dari semua cara serta kemungkinan yang telah diusulkan harus disaring mana yang paling efektif dan efisien. Jangan hanya satu cara yang diandalkan, akan tetapi harus ada cara 1, cara 2 dan seterusnya, rencana 1, rencana 2 atau plan A, plan B dan seterusnya sebagai langkah antisipatif apabila strategi pertama tidak berhasil atau berhenti di tengah jalan karena berbagai kendala yang muncul. Kendala yang muncul selama proses berjalan bisa diprediksi bentuk dan jenisnya sebelumnya, atau yang tidak terprediksi jenisnya namun terprediksi secara garis besar dan telah disiapkan antisipasinya dengan plan B, rencana 2 dan sebagainya sehingga gerakan atau pekerjaan tidak gagal total.

3. Pembagian Fungsi dan Peran

Jika strategi sudah ditetapkan, tahap selanjutnya yaitu pembagian fungsi dan peran semua yang terlibat. Siapa sebagai apa, sesuai spesifikasi keahlian masing-masing agar pekerjaan yang dilakukan dapat efektif langsung pada sasaran. Tiap orang, unit atau kelompok bekerja sesuai peran atau fungsi yang telah disepakati. Sebaliknya, meski harus fokus pada pekerjaan masing-masing bukan berarti tidak peduli sama sekali dengan pekerjaan sesama anggota tim. Berlomba-lomba dalam kebaikan atau berpacu dalam prestasi memang harus, tetapi tidak dengan membiarkan kesalahan orang lain. Kesalahan orang atau unit lain harus ditegur dan diingatkan agar tidak menambah pekerjaan di belakang hari yang akan menghambat seluruhnya.

4. Menentukan Sarana Yang Digunakan

Menentukan sarana apa yang digunakan untuk mendukung agar pekerjaan lebih efektif dan efisien ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari segi biaya, efektifitas, serta berbagai pertimbangan lain seperti kemampuan individu menggunakan sarana pendukung itu, yang tidak hanya asal modern dan paling canggih namun masih gaptek dalam pengoperasiannya. Dari itu tidak perlu gengsi menggunakan sarana atau alat lawas. Sedangkan, jika alat atau sarana yang terbaru dan termodern bisa memberikan penyelesaian lebih cepat, efisien dan murah, maka terlebih dahulu harus ada training untuk menggunakannya sampai pada tingkat mahir, sehingga tidak justru menghambat kinerja.

5. Menjaga Ritme dan Memelihara Kesinambungan

Ritme atau irama kerja perlu terus dijaga agar tetap terpelihara, meskipun dinamis, akan tetapi tetap pada koridornya. Hal ini sebenarnya sama saja dengan kegiatan evaluasi. Ada evaluasi yang dilakukan selama proses berjalan, evaluasi untuk tiap waktu tertentu (periodik) dan evaluasi setelah semua pekerjaan terselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *