Tingkatkan Kualitas Hidupmu dengan cara Mengelola stres dengan Tepat

Tingkatkan Kualitas Hidupmu dengan cara Mengelola Stres dengan Tepat

 

Tingkatkan kualitas hidupmu dengan cara mengelola stres dengan tepat, Manajemen stres (Stress Management) adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. Untuk mengurangi stres pada lingkungan bisa dengan mengorganisir lingkungan dengan baik dan menyenangkan, agar bisa membantu mengurangi stres serta membuat produktivitas meningkat. Sebagian orang yang mengalami stres membutuhkan lingkungan yang tenang, tetapi orang lain membutuhkan lingkungan yang ramai dalam mengatasi stres.

Dalam kehidupan, sebagian besar waktu seseorang dapat dihabiskan di tempat kerja. Itulah mengapa pengalaman di tempat kerja dapat menjadi aspek penting dalam menentukan kesehatan mental seseorang secara umum. Kesehatan mental seseorang dapat juga kita sebut dengan istilah kesejahteraan psikologis. Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi dimana seseorang bebas dari aneka tekanan dan masalah mental sehingga mampu menerima dirinya atau kehidupan masa lalunya (self-acceptance), mengalami pengembangan maupun pertumbuhan diri (personal growth), memiliki keyakinan bahwa hidupnya bertujuan dan bermakna (purpose in life) serta memiliki kualitas hubungan positif dengan orang lain. Selain itu, seseorang dikatakan memiliki kesejahteraan psikologis apabila dia mampu mengatur kehidupannya maupun lingkungannya secara efektif (environmental mastery) dan mampu menentukan tindakan sendiri (autonomy).

Stres di tempat kerja dapat menimbulkan berbagai konsekuensi pada individu pekerja. Secara fisiologis, pekerja dengan tingkat stres kerja yang tinggi dapat mengalami ganguan fisik seperti: sulit tidur, perubahan pada metabolisme, hilang selera makan, perut mual, tekanan darah dan detak jantung meningkat, gangguan pernapasan, sakit kepala, telapak tangan yang berkeringat, dan gatal-gatal. Secara psikologis, timbul ketidakpuasan kerja yang diikuti dengan adanya tekanan pada emosi seperti cemas, mudah tersinggung atau mudah marah, bad mood, muram, bosan dan sikap kasar. Stres juga bisa berakibat pada perubahan perilaku pekerja, seperti: menurunnya produktivitas, tingkat kehadiran dan komitmen terhadap organisasi.

 

Bagi organisasi, stres di tempat kerja dapat berakibat pada rendahnya kepuasan kerja, kurangnya komitmen terhadap organisasi, terhambatnya pembentukan emosi positif, pengambilan keputusan yang buruk, rendahnya kinerja, dan tingginya turnover. Stres di tempat kerja pada akhirnya bisa menyebabkan terjadinya kerugian finansial pada organisasi yang tidak sedikit jumlahnya.

Kemampuan individu dalam menangani stres di tempat kerja berbeda-beda. Dalam menghadapi pemicu stres yang sama, misalnya deadline waktu penyelesaian suatu tugas, tingkat atau konsekuensi stres yang dialami bisa berbeda. Karyawan yang satu bereaksi terhadap pemicu stres tersebut dengan tetap rileks dan fokus. Sedangkan rekannya terlihat panik dan tegang dalam penyelesaian tugas, serta menjadi mudah marah. Secara individu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan karyawan untuk mengendalikan stres di tempat kerja. Cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menerapkan manajemen waktu
  2. Secara rutin melakukan latihan fisik dan mental seperti olahraga dan relaksasi
  3. Membina jejaring sosial yang luas

Sedangkan secara organisasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk membantu karyawan menangani stres di tempat kerja. Cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menghilangkan pemicu stres
  2. Menjauhkan karyawan dari pemicu stres
  3. Mengubah persepsi karyawan terhadap pemicu stres
  4. Mengendalikan konsekuensi dari stres
  5. Menyediakan dukungan sosial bagi karyawan yang menghadapi stres

Pengaturan waktu yang sangat tepat akan menjamin seseorang tidak akan menjadi stres. Dikarenakan setiap orang pastinya memiliki rasa lelah yang sangat besar dan memerlukan pembagian waktu untuk istirahat dan merelaksasikan tubuh dari kepadatan jadwal kerja. Pola pembagian waktu yang baik antar waktu bekerja, beribadah, dan waktu istirahat. Jika Anda tidak bisa mengatur waktu dengan baik, tidak mungkin Anda akan mencapai tujuan, baik di tempat kerja maupun di kehidupan lainnya. Tentu, Anda mungkin membuat beberapa kemajuan. Tetapi manajemen waktu Anda akan menjadi perjuangan berat jika Anda tidak menganggap serius waktu Anda. Menyia-nyiakan waktu berharga berakibat sulitnya mencapai tujuan yang diinginkan.

Berikut ini adalah cara memanajemen waktu secara efektif :

1. Menetapkan tujuan dengan cara yang benar

Jika Anda tidak menetapkan tujuan dengan cara yang benar, maka Anda tidak akan mempunyai target atau sasaran yang tepat, yang akan memaksa Anda untuk keluar jalur. Dengan mengenali tujuan Anda maka Anda akan mengetahui hal-hal yang potensial sehingga dapat menentukan tujuan yang tepat yang ingin dicapai.

2. Membuat perencanaan

Buatlah rencana yang cermat tentang apa yang Anda inginkan dan lakukan untuk mewujudkan tujuan. Perencanaan akan memudahkan Anda untuk menargetkan beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Perencanaan juga akan memudahkan menentukan kegiatan apa yang harus lebih dulu dikerjakan.

3. Pembatasan rencana

Dalam membuat perencanaan apa yang akan dilakukan maka harus ada pembatasan. Rencana yang banyak dan tidak menghasilkan, justru akan membuat manajemen waktu yang Anda buat semakin kacau dan tentu saja hasilnya tidak akan sesuai harapan.

4.  Membuat prioritas

Setelah membuat suatu perencanaan barulah membuat daftar mengenai  apa saja yang harus dicapai dalam waktu yang dekat tersebut. Skala prioritas dapat memudahkan dalam membuat perencanaan dan juga mengasah kemampuan fokus. Kemampuan pengambilan keputusan juga tentunya berpengaruh dalam kemampuan menyusun skala prioritas.

5.  Luangkan waktu untuk hal yang penting

Meskipun memiliki banyak rencana yang akan Anda kerjakan, jangan lupakan hal penting yang  membuat Anda senang, karena ini adalah hal yang sangat penting bagi Anda. Terlalu banyak Anda tersita dengan waktu dan pekerjaan maka akan mudah berada dalam titik kejenuhan yang bisa menimbulkan stress.

6.  Blokir gangguan

Mulailah memperhatikan berapa kali seseorang mengganggu Anda saat Anda sedang berada di tengah-tengah tugas penting. Lacak  gangguan yang disebabkan oleh diri sendiri juga, terutama dari media sosial.

7.  Mendelegasikan beberapa pekerjaan

Ketika Anda mendelegasikan beberapa pekerjaan, Anda meluangkan waktu  untuk mencapai lebih banyak pekerjaan lainnya. Jika ada hal-hal yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh orang lain atau hal-hal yang tidak begitu penting, pertimbangkan untuk mendelegasikan.

Manajemen waktu sangat penting untuk kehidupan pribadi maupun kesuksesan karier. Hal ini mengajarkan bagaimana mengatur waktu secara efektif dan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif. Mencari tahu bagaimana manajemen waktu Anda secara efektif adalah penting, dan apa yang ingin Anda dapatkan darinya. Untuk dapat mengatur waktu dengan baik, maka harus cermat dalam mengatur porsinya baik untuk diri sendiri, untuk pekerjaan, kegiatan kuliah, kegiatan sosial atau kegiatan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *